tibalah di pipih jurang ini
telapak kaki berpijak di tepi
menatap hijau lepas ke muka
semua nampak jauh tak tersentuh
angkasa biru begitu tinggi tak mungkin digapai
tengok ke belakang tengkuk tak satupun nyawa coba dekati
angin berhembus semilir menggoyahkan sekujur
segar menyibak helai rambut di wajah
terbangkan tipis balutan dingin tubuh
perlahan beranikan mahkota menunduk
kau tatap bayang cahaya dari bawah sana
setitik harapan hampir tak bergeming
menanti jatuh lunglai tubuh ini
katamu mutlak, ikuti kemana kau pergi
sederita apa kelihatan di bening mata
pasti akan bawa hati ke surga bahagia
terimalah hempasan jiwa tanpa niatan berpaling
surgawi ku di tangkapan pelukmu
> aku percaya