setiap kali kusentuh bibirmu
kembang api di perut meledak ledak
suasana ceria berpesta pora
panas api unggun menjilat nafas
mabuk hingga tak mampu berdiri
menguasai raga tanpa berkutik
bahaya yang jangan dihindari
meski bisa hancurkan jiwa jadi abu
percuma kutolak tak bisa kusangkal
ini yang kucari akan kunikmati
dengan senang hati