kadang ingin kuminta kau tinggalkan duniamu
berlari jauh ke timbuktu bersamaku
kadang ingin kuminta kau tanggalkan semua pakaianmu
menari telanjang dalam puting beliung bersamaku
kadang ingin kuminta kau persembahkan jiwa ragamu
demi nikmat kebahagiaan egois bersamaku
kadang ingin kuminta kau habiskan seluruh waktumu
hanya berpeluk pelukkan mesra bersamaku
sedemikian ingin takkan kuminta satupun itu
cinta yang kuberi untukmu tanpa tuntutan semu
> cinta di kepala bukan realita cinta
Jumat, September 28, 2007
kelemahan
walaupun kau jauh dari pandangan mata
tak usah kawatirkan jangkauan hati
selalu ku lantunkan sebait doa
di situ terselip sebaris kata rindu
yang menghantarmu ke dalam mimpi panjang
persis sebelum mataku terpejam
meskipun kalanya kau lupa waktu
aku selalu ingat dan setia menunggu
> itu kelemahanku
tak usah kawatirkan jangkauan hati
selalu ku lantunkan sebait doa
di situ terselip sebaris kata rindu
yang menghantarmu ke dalam mimpi panjang
persis sebelum mataku terpejam
meskipun kalanya kau lupa waktu
aku selalu ingat dan setia menunggu
> itu kelemahanku
pekik kekecewaan
memang bukan rezeki ku
untuk belai wajah lelapmu
tak butuh aku belas kasihan
masih kuat aku mengerang sendiri
sambil sisihkan seonggok kangen
suatu saat kau siap menerima
silahkan kau ambil cuma cuma
tapi khusus malam ini
harganya berlipat ganda
> i wished i'm good enough reason to be your home
untuk belai wajah lelapmu
tak butuh aku belas kasihan
masih kuat aku mengerang sendiri
sambil sisihkan seonggok kangen
suatu saat kau siap menerima
silahkan kau ambil cuma cuma
tapi khusus malam ini
harganya berlipat ganda
> i wished i'm good enough reason to be your home
Rabu, September 26, 2007
butiran cinta
jangankan di gelap malam
di siang bolongpun aku rasakan
rindu hirup sentuh kulitmu
diam diam kuhitung jam
nantikan waktu jumpai kamu
untuk lampiaskan semangat mencinta
yang terus dan terus meluap
seakan tampah hati terlalu sempit
tak bisa menampung butir butir bahagia
yang kian lama kian membludak
semuanya karna kamu
belum sampai di pelukanku
> ipapamissu
di siang bolongpun aku rasakan
rindu hirup sentuh kulitmu
diam diam kuhitung jam
nantikan waktu jumpai kamu
untuk lampiaskan semangat mencinta
yang terus dan terus meluap
seakan tampah hati terlalu sempit
tak bisa menampung butir butir bahagia
yang kian lama kian membludak
semuanya karna kamu
belum sampai di pelukanku
> ipapamissu
Selasa, September 25, 2007
Nikmatmu
setiap kali kusentuh bibirmu
kembang api di perut meledak ledak
suasana ceria berpesta pora
panas api unggun menjilat nafas
mabuk hingga tak mampu berdiri
menguasai raga tanpa berkutik
bahaya yang jangan dihindari
meski bisa hancurkan jiwa jadi abu
percuma kutolak tak bisa kusangkal
ini yang kucari akan kunikmati
dengan senang hati
kembang api di perut meledak ledak
suasana ceria berpesta pora
panas api unggun menjilat nafas
mabuk hingga tak mampu berdiri
menguasai raga tanpa berkutik
bahaya yang jangan dihindari
meski bisa hancurkan jiwa jadi abu
percuma kutolak tak bisa kusangkal
ini yang kucari akan kunikmati
dengan senang hati
i will
slide through rainbow
dance under the heavy rain
whisper to thunder and lightning
hang on the heat of daylight
swim through ocean of stars
tiptoe to pass the sleeping moon
hug a shaking earthquake
kiss a burning forest
cherish the morning dew
> i will stand by you, good times & bad
dance under the heavy rain
whisper to thunder and lightning
hang on the heat of daylight
swim through ocean of stars
tiptoe to pass the sleeping moon
hug a shaking earthquake
kiss a burning forest
cherish the morning dew
> i will stand by you, good times & bad
cerita berdua
aku jujur bahagia
dalam geli tak tertahan
senyum mengembang
menerawang cerita berdua
rangkaian jahilmu
sebal tapi dirindu
jangan cubit!
aku tak mau bangun dari mimpi
dalam geli tak tertahan
senyum mengembang
menerawang cerita berdua
rangkaian jahilmu
sebal tapi dirindu
jangan cubit!
aku tak mau bangun dari mimpi
Senin, September 24, 2007
3 buka 2 sahur
kalau mungkin
aku memohon
pada sang surya
tuk pulas lebih lama
tunda tibanya pagi
beriku waktu tambah
nikmati dekapnya
yang tak kunjung usai
aku memohon
pada sang surya
tuk pulas lebih lama
tunda tibanya pagi
beriku waktu tambah
nikmati dekapnya
yang tak kunjung usai
Jumat, September 21, 2007
kamis malam
hampir putus asa
lelah terjaga
telinga mengamati suara
siapa tau kau mengendap tiba
tanpa diduga sosokmu ada
berupa bayangan di terang gulita
buyarkan kantuk hadirkan suka
meski cuma dua jam saja
lelah terjaga
telinga mengamati suara
siapa tau kau mengendap tiba
tanpa diduga sosokmu ada
berupa bayangan di terang gulita
buyarkan kantuk hadirkan suka
meski cuma dua jam saja
Kamis, September 20, 2007
2 malam ini
angin senja terasa lebih dingin
tidak mengusap mukaku dengan lembut
berhembus menghalangi arah langkahku
menusuk tulangku merinding
berharap segera dijemput matahari
oh ya, ini pertengahan minggu
> days when i miss you the most
tidak mengusap mukaku dengan lembut
berhembus menghalangi arah langkahku
menusuk tulangku merinding
berharap segera dijemput matahari
oh ya, ini pertengahan minggu
> days when i miss you the most
perangkap hati
kujatuhkan diri sukarela
dengan seribu akal sadar
dan sejuta harapan pasrah
aku terjerat dalam perangkap hati
yang mengurungku beberapa tahun ini
jadikan ini rumah sederhanaku
biar kapan jeruji sangkar dibuka lebar
aku tetap ingin tinggal
menjerat diri dalam erat genggam mu
dengan seribu akal sadar
dan sejuta harapan pasrah
aku terjerat dalam perangkap hati
yang mengurungku beberapa tahun ini
jadikan ini rumah sederhanaku
biar kapan jeruji sangkar dibuka lebar
aku tetap ingin tinggal
menjerat diri dalam erat genggam mu
Senin, September 17, 2007
selimut hati
merajut benang rindu hari per hari
hingga menjadi selimut bermotif cinta
yang ku balut di penuh hatimu
naikkan lima derajat kehangatan
nyamankan jemarimu dari beku
permudah langkahmu melaju
> i'll simplify your life
hingga menjadi selimut bermotif cinta
yang ku balut di penuh hatimu
naikkan lima derajat kehangatan
nyamankan jemarimu dari beku
permudah langkahmu melaju
> i'll simplify your life
Jumat, September 14, 2007
separuh dirimu
biar bintang tak kelihatan
pastikan mereka menyaksikan
berpijar pijar ikut tertawa
mendengar kamu bermanis kata
merasa kamu pancarkan harap
melihat kamu sorotkan cinta
senang hatiku menggebu-gebu
loncat sana sini tak terkendali
katamu penuh yakin
aku separuh dirimu
> roti chanai & sushi
pastikan mereka menyaksikan
berpijar pijar ikut tertawa
mendengar kamu bermanis kata
merasa kamu pancarkan harap
melihat kamu sorotkan cinta
senang hatiku menggebu-gebu
loncat sana sini tak terkendali
katamu penuh yakin
aku separuh dirimu
> roti chanai & sushi
pejam sejenak
aku ingin semua berakhir saat mata kukedip
tapi aku salah besar
tak ada yang berubah, tak kelihatan lebih indah
aku ingin semua berakhir saat kubuka pejam mata
aku mau semua jadi bahagia
penuh kecupan mesra kesetiaan
mudah mudahan berhasil
> bila gagal ... tinggalkan aku dalam gelap
tapi aku salah besar
tak ada yang berubah, tak kelihatan lebih indah
aku ingin semua berakhir saat kubuka pejam mata
aku mau semua jadi bahagia
penuh kecupan mesra kesetiaan
mudah mudahan berhasil
> bila gagal ... tinggalkan aku dalam gelap
belum ikhlas
mungkin aku belum dewasa
belum bisa melepas diri
Kubayangkan nikmatnya ikhlas
bagai seteguk manis saat berbuka
tapi begitu sulit memberikan
maaf tanpa bekas di lubuk hati
bukan dendam bukan amarah
hanya kecewa dan luka lama
aku harus bisa capai tujuan itu
putihkan lubuk maknai simpul
> aku masih butuh banyak belajar
belum bisa melepas diri
Kubayangkan nikmatnya ikhlas
bagai seteguk manis saat berbuka
tapi begitu sulit memberikan
maaf tanpa bekas di lubuk hati
bukan dendam bukan amarah
hanya kecewa dan luka lama
aku harus bisa capai tujuan itu
putihkan lubuk maknai simpul
> aku masih butuh banyak belajar
Kamis, September 13, 2007
jurang surgawi
tibalah di pipih jurang ini
telapak kaki berpijak di tepi
menatap hijau lepas ke muka
semua nampak jauh tak tersentuh
angkasa biru begitu tinggi tak mungkin digapai
tengok ke belakang tengkuk tak satupun nyawa coba dekati
angin berhembus semilir menggoyahkan sekujur
segar menyibak helai rambut di wajah
terbangkan tipis balutan dingin tubuh
perlahan beranikan mahkota menunduk
kau tatap bayang cahaya dari bawah sana
setitik harapan hampir tak bergeming
menanti jatuh lunglai tubuh ini
katamu mutlak, ikuti kemana kau pergi
sederita apa kelihatan di bening mata
pasti akan bawa hati ke surga bahagia
terimalah hempasan jiwa tanpa niatan berpaling
surgawi ku di tangkapan pelukmu
> aku percaya
telapak kaki berpijak di tepi
menatap hijau lepas ke muka
semua nampak jauh tak tersentuh
angkasa biru begitu tinggi tak mungkin digapai
tengok ke belakang tengkuk tak satupun nyawa coba dekati
angin berhembus semilir menggoyahkan sekujur
segar menyibak helai rambut di wajah
terbangkan tipis balutan dingin tubuh
perlahan beranikan mahkota menunduk
kau tatap bayang cahaya dari bawah sana
setitik harapan hampir tak bergeming
menanti jatuh lunglai tubuh ini
katamu mutlak, ikuti kemana kau pergi
sederita apa kelihatan di bening mata
pasti akan bawa hati ke surga bahagia
terimalah hempasan jiwa tanpa niatan berpaling
surgawi ku di tangkapan pelukmu
> aku percaya
Rabu, September 12, 2007
tanggapi kangenku
senin, selasa, rabu
sibuk tak berhenti
tak bisa kuganggu
kutunggu waktu senggang
tuk curi perhatianmu
waktu itu tak kunjung juga
kamu tetap terpaku
pada hal yang bukan aku
harus sabar menunggu
kamis lalu jumat
baru akhirnya ada sedetik
tuk tanggapi kangenku
sibuk tak berhenti
tak bisa kuganggu
kutunggu waktu senggang
tuk curi perhatianmu
waktu itu tak kunjung juga
kamu tetap terpaku
pada hal yang bukan aku
harus sabar menunggu
kamis lalu jumat
baru akhirnya ada sedetik
tuk tanggapi kangenku
di akhir kisah
kamu adalah buku terindah
bersampul kain berwarna biru tua
tertulis dengan tinta keemasan
tata bahasamu begitu sempurna
alur ceritamu begitu menarik
intrik demi intrik
klimaks dan anti klimaks
misteri di sana sini
kau jadikan aku pemeran pendampingmu
membawa aku dalam alur mendayu
merasakan pedih dan tawa
ku ungkap jiwamu halaman perhalaman
sampailah kini di tengah cerita
penentuan arah perjalanan cinta
belum tau pasti akhir bab ini
sampai waktunya nanti terkuak
menggigit bibir aku berharap
its a happy ending story ...
> amien
bersampul kain berwarna biru tua
tertulis dengan tinta keemasan
tata bahasamu begitu sempurna
alur ceritamu begitu menarik
intrik demi intrik
klimaks dan anti klimaks
misteri di sana sini
kau jadikan aku pemeran pendampingmu
membawa aku dalam alur mendayu
merasakan pedih dan tawa
ku ungkap jiwamu halaman perhalaman
sampailah kini di tengah cerita
penentuan arah perjalanan cinta
belum tau pasti akhir bab ini
sampai waktunya nanti terkuak
menggigit bibir aku berharap
its a happy ending story ...
> amien
Selasa, September 11, 2007
harta karunku
kumulai perjalanan pelangiku
di kertas putih kosong
ketentukan warna warninya
merah, kuning, jingga,
biru muda, violet, ungu
melengkung cantik
sejuk dipandang
guci emas di satu ujung
harta karun permata cinta
tujuan hidupku
akhir perjalananku
> pelukanmu
di kertas putih kosong
ketentukan warna warninya
merah, kuning, jingga,
biru muda, violet, ungu
melengkung cantik
sejuk dipandang
guci emas di satu ujung
harta karun permata cinta
tujuan hidupku
akhir perjalananku
> pelukanmu
webcam
kutatap wajahmu hampir sepanjang hari
di kotak kecil di sudut mata
kukesampingkan layarku bekerja
supaya kamu tetap nampak
tak bosan lihat seperempat badanmu
serius mu bekerja
seakan bisa kusentuh
ini satu satunya pengobat rindu
karena belum tentu selalu ketemu
> i miss you ...
di kotak kecil di sudut mata
kukesampingkan layarku bekerja
supaya kamu tetap nampak
tak bosan lihat seperempat badanmu
serius mu bekerja
seakan bisa kusentuh
ini satu satunya pengobat rindu
karena belum tentu selalu ketemu
> i miss you ...
teringat kamu
kamulah satu satunya nama
yang terucap sebelum mata kupejam
wajahmulah yang instant muncul
begitu tersadar dari lelap
tak pernah lupa tak pernah terganti
walau upaya tepuk coba kosongkan pikirku
aku pasti ingat wajahmu
penuh cinta membelai bahagiaku
yang terucap sebelum mata kupejam
wajahmulah yang instant muncul
begitu tersadar dari lelap
tak pernah lupa tak pernah terganti
walau upaya tepuk coba kosongkan pikirku
aku pasti ingat wajahmu
penuh cinta membelai bahagiaku
Bersihkan Aku
Lelah menengok ke belakang
Lelah disayat di sekujur tubuh
Lelah menuai alasan kegagalan lalu
Lelah bergumul dalam kolam kotor
Lelah bergerilya di gelap fikiran
Lelah berbagi cinta tak utuh
Mandikan hatiku
Bersihkan nanahku
Obati jiwaku
> Cuma kamu yang mampu ...
Lelah disayat di sekujur tubuh
Lelah menuai alasan kegagalan lalu
Lelah bergumul dalam kolam kotor
Lelah bergerilya di gelap fikiran
Lelah berbagi cinta tak utuh
Mandikan hatiku
Bersihkan nanahku
Obati jiwaku
> Cuma kamu yang mampu ...
Senin, September 10, 2007
pemberani
ketika semua bergejolak
rasa dan kenyataan bertemu
kata apa yg bisa menyejukkan hatimu
memberikan pembenaran atas apa yg kujalani
terus sibuk berpikir merangkai kalimat hambar
ungkapan kejujuran pahit dibalut wewangian semu
takut menyinggung takut gagal meyakinkan
tiba tiba kau menghentak dengan rapih untaian manis
ungkapan tulus penuh pengertian tanpa rangkaian rumit
atau harum palsu ... apa adanya ...
sebagian beban terangkat, bisa melangkah sedikit ringan
terimakasih untuk selalu menjadi si pemberani
rasa dan kenyataan bertemu
kata apa yg bisa menyejukkan hatimu
memberikan pembenaran atas apa yg kujalani
terus sibuk berpikir merangkai kalimat hambar
ungkapan kejujuran pahit dibalut wewangian semu
takut menyinggung takut gagal meyakinkan
tiba tiba kau menghentak dengan rapih untaian manis
ungkapan tulus penuh pengertian tanpa rangkaian rumit
atau harum palsu ... apa adanya ...
sebagian beban terangkat, bisa melangkah sedikit ringan
terimakasih untuk selalu menjadi si pemberani
Langganan:
Postingan (Atom)