Selasa, Februari 05, 2008

cinta saja

jantungku berdegup kencang sebagai kejujuran rasa hati
sesungguhnya menangis walau disamar senyum termanis
tiap wajahku terpaksa berpaling, itu saat dada paling sesak
rasanya tak sanggup menerima kenyataan wajar ini

saat cinta saja tidak bisa jadi pertanggung jawaban
meskipun tulus ... hanya itu yang sungguh kita butuhkan

sudah

aku tak lagi rasakan derasnya hujan
aku tak lagi menggigil di terjang malam
sebab kau menaungiku
sebab kau pererat dekapanmu

takdir

bagaimana caranya meyakinkan
bahwa semua akan menjadi indah
karena memang itu yang layak
setelah perjalanan yang dilampaui

apakah belum cukup bukti
bahwa semua ini adalah takdir
karena memang itu yang pantas
untuk mengakhiri semua bentuk ragu

> give us a break ...